Jomblo
Minggu, Agustus 03, 2014
Devinisi Jomblo menurut gue : Tingkat kehidupan manusia yang paling laknat dengan tingkat presentasi kebahagiaan bervariasi tetapi maksimal hanya 85% dan populasinya semakin meningkat setiap harinya dimana orang tsb tidak memiliki pasangan hidup dan sering kali merasa kesepian.
![]() |
| Add caption |
Jadi Jomblo itu gak sedih – sedih banget kok, palingan efeknya cuma:
- Malem mingguan sendiri
- Tiap malem minggu selalu berdoa supaya hujan
- Diasingkan dan dikucilkan dari masyarakat
- Pas Valentine beli coklat, tapi buat dimakan sendiri
- Dianggap meresahkan bagi masyarakat sekitar
- Kalo liat orang pacaran bawaannya pengen ganggu
- Galaunya bukan gara – gara cinta, tapi gara – gara utang
Beberapa orang juga menggunakan status Jomblo sebagai alasan buat gak nikah dulu, contohnya:
Anak: “Nggak ah bu, aku masih betah jadi Jomblo. Besok aja deh kalo kambingku udah bisa bertelur, baru kawin. Lagian nikah itu gak enak, harus ngurus anak, istri, sama biaya kebutuhan lain, terus ini itu blablabla..”
Semua alesan dia sebutan dari A-Z sampai penjabaran bilangan aljabar dia sebutin semua. Padahal semua itu bullshit, bukan dianya yang betah jadi Jomblo, tapi emang dianya aja yang gak laku.
Seperti halnya "demam berdarah", jomblo pun mempunyai fase-fase. Ada beberapa fase jomblo di dunia ini:
Fase ini adalah fase teratas dan paling diharapkan oleh para jomblo. Ga semuanya pengen sih. Dalam fase ini, dunia seperti punya dia sendiri. Ngapain aja enak gak ada yang ngelarang, banyak temen, gak merasa kesepian tetapi tetap pengen punya pasangan hidup. Bahagia 85%, Meratapi Nasib 15%.
Fase ini satu tingkat di bawah Jomblo Bahagia. Hidupnya datar-datar aja, gak ada cerita cinta. Gak cocok makan Chitato, karena kata Chitato "Life is never flat! Idung lo tuh yang flat!". Gak penya ada usaha buat nyari pasangan. Tapi tetep ada temen yang setia menemaninya. Bahagia 65%, Mikirin utang 25%, Meratapi nasib 10%.
Fase Jomblo yang agak mengerikan untuk dibayangkan. Sudah menjomblo lebih dari 4 tahun 2 daswarsa 6 minggu dan 3 hari. Jarang – jarang ada cewek / cowok yang mau sama mereka. Tetapi usahanya dalam mencari pasangan hidup patut diacungi jempol. Jempol lho, bukan jari tengah. Usaha mati – matian demi mendapatkan pasangan hidup. Contoh usahanya, yaitu memasang baliho, mengadakan sayembara, memakai susuk, me-melet wanita / pria idamannya, sampai menghamili anak tetangga supaya dipaksa nikah. Presentase kebahagiaan: 40% Bahagia & 60% Mikirin anak tetangga yang baru aja dihamilin.
Fase Jomblo yang SANGAT mengerikan untuk dibayangkan. Tidak ada yang mau menjadi pacarnya, apalagi jodohnya. Tidak ada yang sudi. Tapi masih bisa dapet pacar tergantung usaha, amal, dan ibadah. Kalo emang udah mentok gak ada harapan lagi, pilihan hidupnya tinggal satu, yaitu “Dimusnahkan”. Presentase kebahagiaan: 0,1 Bahagia & 99,9% Pengen mati.
Kalo gue sih ada di fase Jomblo Bahagia. Dalam 5 detik saya akan diteriaki “BOONG!!”. Kamu ada di fase yang mana?
Sekarang tergantung kamu mau jadi Jomblo dan dihina terus apa mau cari pasangan. Semua tergantung usahamu, cari gebetan sono!
Sekian dan salam Jomblo



0 komentar