Reinkarnasi
Kamis, Mei 16, 2013
Kalian yang sering nonton tv pasti tau tentang kabar ini?
Benar, dangdut telah bereinkarnasi. Diantara genre musik yang ada, mungkin
dangdut lah yang paling gak gue seneng. Kenapa? Karena lagu-lagu dangdut itu
berisik. Dan reinkarnasi dangdut ini bakal menjadi masalah besar bagi gue dan
penyiksaan berat untuk telinga gue.
Gue sih sebenernya udah lama tau kalo tanda-tanda
reinkarnasi-nya dangdut telah muncul ketika gue mendengar lagu dangdut dalam
acara tv yg berjudul *KS. Tetapi gue hiraukan karena gue berpikir,
"ngapain coba buat acara kayak gitu, member tv kan sekarang lebih banyak anak-anak daripada orang dewasa" lalu "ahh gak bakal laku tuh acara, ngapain mau dijadiin problem" kata gue bebicara sendiri.
"ngapain coba buat acara kayak gitu, member tv kan sekarang lebih banyak anak-anak daripada orang dewasa" lalu "ahh gak bakal laku tuh acara, ngapain mau dijadiin problem" kata gue bebicara sendiri.
Tetapi pendapat gue itu salah total, dan itu gue ketahui
seminggu setelah acara yang waktu itu gue hina-hina gak bakal laku itu,
ternyata masuk top rating se-indonesia!.
Lalu gue pun termenung dan berkata,
"Dimana anak-anak? Ada apa dengan mereka? Apakah mereka
telah dipaksa masuk kamar dengan alasan disuruh belajar? Atau mereka sudah
mulai menyukai dangdut?" Gumam gue kepada diri gue sendiri.
Baiklah, gue harap maklum yaa karena gue pernah sengaja mau
nontonnya dan mengidentifikasi 'sebenaranya ada apa dengan acara ini?'. Dari
hasil identifikasi gue acara ini memang cukup menghibur tapi yang gak gue suka
tuh ternyata bukan hanya dangdut yang mereka tampilkan, tetapi tarian-tarian
gak jelas pun muncul. Jam tayangnya juga gue gak suka, maksud gue bukan kapan
tayangnya tapi durasinya, lama minta ampun.
Tapi gue merasa aman karena keluarga gue gak suka nonton tuh
acara tv karena adek gue tetap mengkoordinir untuk menonton sinetron-sinetron
di S*TV :v.
Tetapi kekuasaan adek gue gak bertahan lama. Kira-kira 1-2
bulan setelah itu muncul-lah acara-acara tv lain yang membuat orang tua gue
kesengsem, dan adek gue pun mendapatkan nasib yang sama seperti perkiraan gue
ke anak-anak di indonesia yaitu disuruh belajar (yang sabar ya dekk). Lo tau,
betapa galaunya gue ketika tau judul acara yang akan menjadi langgangan orang
tua gue. Judulnya adalah dangdut ac*demy (yang gue denger orang tua gue adalah
korban tetangga karena mereka menonton acara tersebut setelah dikabari oleh
tetangga belakang). Dari judulnya lo udah tau inti acaranya adalah dangdut.
Lalu gue kembali jadi orang gila, tapi kali ini nggak bicara
sendiri lagi, tapi bicara sama telinga (tetep aja gila), "Siap-siap menghadapi hantaman
yang agak keras untuk beberapa hari" kata gue memperingati telinga gue
sendiri.
Setelah sekian lama tersiksa, akhirnya telinga gue sudah
mulai beradaptasi dengan suara-suara dangdut jadi udah gak terlalu gimana gitu
kalo denger dangdut sampe sekarang. Eiittt, ini bukan berarti gue udah mulai
menyukai dangdut yaa.


0 komentar